JAKARTA - Bali United bersiap menjamu Dewa United Banten dalam laga tunda pekan kedelapan BRI Super League.
Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin petang. Duel tersebut menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi klasemen.
Sebagai tuan rumah, Bali United berambisi memaksimalkan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Laskar Tridatu menargetkan hasil positif demi menjaga konsistensi performa. Atmosfer stadion diprediksi memberi dorongan tambahan bagi skuad tuan rumah.
Meski demikian, laga ini dipastikan tidak berjalan mudah bagi Bali United. Dewa United datang dengan motivasi tinggi dan kepercayaan diri yang meningkat. Pertemuan ini pun diperkirakan berlangsung ketat sejak menit awal.
Respek Johnny Jansen terhadap Lawan
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menegaskan timnya tidak akan meremehkan Dewa United. Ia menilai lawan memiliki kualitas pemain yang sangat baik. Menurutnya, pertandingan nanti akan menjadi ujian serius bagi timnya.
Hubungan personal Jansen dengan jajaran pelatih Dewa United menambah warna tersendiri pada laga ini. Ia pernah bekerja bersama Jan Olde Riekerink saat menangani klub Eredivisie, SC Heerenveen. Pengalaman tersebut membuatnya memahami filosofi bermain sang kolega.
Jansen juga memiliki kedekatan dengan asisten pelatih Dewa United, Roy Hendriksen. Keduanya pernah berinteraksi ketika masih aktif di sepak bola Belanda. Relasi ini membuat laga terasa lebih spesial di atas lapangan.
Strategi dan Filosofi Dua Pelatih Belanda
Johnny Jansen menyadari bahwa duel ini bukan sekadar adu pemain, tetapi juga adu taktik. Ia yakin kedua tim telah menyiapkan strategi terbaik. Pengalaman di sepak bola Eropa menjadi bekal penting dalam meramu permainan.
Menurut Jansen, Jan Olde Riekerink dikenal memiliki visi permainan berbasis penguasaan bola. Filosofi tersebut dibentuk dari pengalamannya di klub-klub besar. Meski sudah lama tidak bertemu, karakter permainan itu masih melekat.
Jansen mengakui adanya perbedaan antara sepak bola Belanda dan Indonesia. Namun, ia menegaskan timnya siap beradaptasi dengan kondisi pertandingan. Persiapan matang menjadi kunci menghadapi tantangan tersebut.
Kondisi Tim dan Posisi Klasemen
Menjelang laga ini, Bali United berada di posisi ketujuh klasemen dengan koleksi 20 poin. Posisi tersebut mencerminkan performa yang cukup stabil sepanjang musim. Tambahan poin sangat dibutuhkan untuk mendekati papan atas.
Di sisi lain, Dewa United Banten menempati peringkat ke-12 dengan raihan 16 poin. Meski berada di bawah Bali United, selisih poin tidak terlalu jauh. Hal ini membuat persaingan kedua tim semakin menarik.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk memperbaiki catatan mereka. Bali United ingin menjaga jarak dari pesaing di bawahnya. Sementara Dewa United berupaya mendekat ke zona tengah klasemen.
Motivasi Khusus Dewa United
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyebut timnya sedang berada dalam fase positif. Proses pembenahan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Dua kemenangan terakhir menjadi bukti peningkatan performa tim.
Ia menegaskan Dewa United akan datang ke Bali dengan target kemenangan. Kepercayaan diri tersebut lahir dari kerja keras seluruh tim. Jan ingin momentum positif terus berlanjut di laga ini.
Pertandingan melawan Bali United juga memiliki makna pribadi bagi Jan Olde Riekerink. Laga ini menjadi pertandingan ke-100 dirinya bersama Dewa United di kompetisi liga. Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi dan perjalanan panjangnya membangun tim.
Jan menyebut dirinya telah menjalani tiga tahun membangun fondasi klub. Ia menilai organisasi Dewa United kini semakin profesional. Stabilitas ini menjadi modal penting menghadapi tantangan di kompetisi.
Dengan latar belakang tersebut, laga Bali United melawan Dewa United dipastikan berlangsung menarik. Kedua tim membawa ambisi dan cerita masing-masing. Pertemuan ini bukan sekadar laga tunda, tetapi ajang pembuktian kualitas dan konsistensi.