KAI Daop 7 Layani Mobilitas Tinggi Penumpang Selama Periode Libur Nataru

Senin, 05 Januari 2026 | 10:31:05 WIB
KAI Daop 7 Layani Mobilitas Tinggi Penumpang Selama Periode Libur Nataru

JAKARTA - PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun menunjukkan peran strategisnya dalam melayani mobilitas masyarakat selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Selama masa angkutan tersebut, total perjalanan kereta api yang dioperasikan mencapai 1.548 perjalanan dengan cakupan layanan jarak jauh dan lokal. Seluruh perjalanan itu berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan tingkat keterisian yang terpantau tinggi.

Dari total perjalanan tersebut, sebagian besar merupakan kereta api jarak jauh yang melayani lintasan antarkota dan antarprovinsi. 

Frekuensi perjalanan kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 1.152 perjalanan dengan rata-rata 64 perjalanan per hari. Sementara itu, kereta api lokal menyumbang 396 perjalanan dengan rata-rata 22 perjalanan per hari.

Peningkatan frekuensi perjalanan ini dilakukan untuk menjawab lonjakan kebutuhan transportasi masyarakat. Libur panjang akhir tahun secara historis selalu diikuti peningkatan volume penumpang. Oleh karena itu, kesiapan operasional menjadi kunci menjaga kelancaran perjalanan.

Rincian Frekuensi dan Jenis Perjalanan

Dari sisi operasional internal, KAI Daop 7 Madiun secara khusus mengoperasikan kereta api yang berada langsung di bawah wilayah kerjanya. Selama periode Nataru, tercatat sebanyak 108 perjalanan kereta api jarak jauh yang dioperasikan langsung oleh Daop 7. Selain itu, terdapat 90 perjalanan kereta api lokal non-PSO yang turut melayani penumpang.

Rata-rata perjalanan harian dari kereta yang dioperasikan langsung tersebut mencapai 11 perjalanan per hari. Angka ini mencerminkan peningkatan intensitas layanan dibandingkan hari normal. Penyesuaian jadwal dilakukan agar arus keberangkatan dan kedatangan tetap terkendali.

Seluruh perjalanan ini merupakan bagian dari sistem transportasi terpadu yang melibatkan lintasan lintas daerah. Kereta yang melintas wilayah Daop 7 juga turut berkontribusi terhadap tingginya angka frekuensi. Dengan demikian, wilayah Madiun dan sekitarnya menjadi salah satu koridor penting selama Nataru.

Pergerakan Penumpang Masih Terjaga

Hingga hari terakhir masa angkutan, mobilitas penumpang kereta api di wilayah Daop 7 Madiun masih berada pada level tinggi. Arus pergerakan masyarakat didominasi oleh arus balik setelah merayakan libur akhir tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa moda kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Pada hari terakhir angkutan, total penumpang yang dilayani mencapai 16.703 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 9.134 penumpang berangkat dan 7.569 penumpang datang di berbagai stasiun. Aktivitas ini tersebar merata sepanjang hari dengan pola kedatangan yang cukup stabil.

Pergerakan penumpang ini bersifat dinamis mengikuti jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Data yang tercatat dapat mengalami perubahan hingga seluruh perjalanan selesai beroperasi. Namun secara umum, tren pergerakan menunjukkan konsistensi tinggi hingga akhir periode.

Akumulasi Penumpang Selama Nataru

Secara kumulatif, KAI Daop 7 Madiun melayani total 357.076 penumpang selama periode Nataru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 173.189 penumpang tercatat berangkat dari wilayah Daop 7. Sementara itu, penumpang datang mencapai 183.887 orang.

Angka ini sejalan dengan peningkatan intensitas perjalanan kereta api yang dioperasikan. Penambahan frekuensi perjalanan memberikan kapasitas angkut yang lebih besar. Hal tersebut membantu mengurangi kepadatan serta memastikan layanan tetap optimal.

Tingginya angka penumpang juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Ketepatan waktu, kenyamanan, dan keterjangkauan menjadi faktor pendukung utama. Kondisi ini memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung transportasi darat.

Stasiun Utama Jadi Pusat Aktivitas

Selama periode Nataru, pergerakan penumpang paling tinggi terpusat di lima stasiun utama wilayah Daop 7. Stasiun tersebut meliputi Madiun, Kediri, Jombang, Blitar, dan Tulungagung. Kelima stasiun ini secara total melayani 258.109 penumpang.

Konsentrasi penumpang di stasiun utama mencerminkan peran wilayah tersebut sebagai simpul transportasi. Akses yang terhubung dengan pusat kegiatan ekonomi dan sosial menjadi faktor pendukung. Selain itu, jadwal perjalanan yang padat turut mendorong tingginya aktivitas di stasiun-stasiun tersebut.

Dengan berakhirnya masa angkutan Nataru, KAI Daop 7 Madiun mencatat capaian operasional yang solid. Pelayanan terhadap ratusan ribu penumpang dapat berjalan dengan lancar dan terkendali. Capaian ini menjadi dasar evaluasi untuk peningkatan layanan pada periode angkutan berikutnya.

Terkini