JAKARTA - Industri hulu migas nasional baru saja mencatatkan pencapaian sejarah yang luar biasa dalam hal pengadaan barang.
Nilai total pengadaan barang serta jasa dari para pelaku usaha sektor hulu minyak dan gas kini menembus angka fantastis.
Berdasarkan data terbaru, total investasi dalam bentuk pengadaan tersebut mencapai angka sebesar US$ 51,353 miliar pada tahun ini.
Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah industri hulu migas tanah air serta menjadi bukti geliat ekonomi yang sangat kuat.
Capaian Fantastis Sepanjang Sejarah Industri Hulu Migas Nasional
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyampaikan bahwa nilai rencana pengadaan barang dan jasa para pelaku usaha saat ini terbilang sangat luar biasa.
Menurut Djoko, jumlah dana sebesar itu sudah hampir mendekati total pendanaan yang dikelola oleh badan investasi besar seperti BPI Danantara.
“Very good news bahwa pada tahun 2026 kembali sektor hulu migas mencetak sejarah baru dimana nilai pengadaan barang dan jasa terbesar,” ungkapnya.
Jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal, nilai pengadaan ini setara dengan angka lebih dari Rp860 triliun pada periode tersebut.
Pernyataan ini disampaikan langsung kepada media pada hari Senin 2 Februari 2026 sebagai bentuk laporan transparansi kinerja sektor hulu energi.
Rekor ini mematahkan rekor-rekor pengadaan pada tahun-tahun sebelumnya yang belum pernah menyentuh level angka setinggi ini di dalam sejarah Indonesia.
Kepala SKK Migas menegaskan bahwa lonjakan nilai pengadaan ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi energi di dalam negeri.
Capaian tersebut diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui perputaran uang yang sangat besar di sektor industri.
Dua Proyek Raksasa Penopang Utama Lonjakan Investasi Pengadaan
Djoko Siswanto lebih lanjut menjelaskan terdapat dua proyek strategis nasional yang mendominasi porsi investasi besar pada tahun anggaran ini.
Proyek pertama adalah pembangunan Onshore LNG Inpex Masela yang memang membutuhkan dukungan pengadaan barang serta jasa dalam skala yang sangat masif.
Kemudian proyek kedua adalah proyek migas laut dalam Indonesia Deepwater Development atau IDD yang saat ini tengah digarap oleh perusahaan ENI.
Kedua proyek raksasa ini menjadi motor utama yang menggerakkan roda pengadaan barang dan jasa di sektor hulu minyak bumi tersebut.
“Nilai terbesar ada pada Project OLNG Inpex Masela dan LNG Geng North & Gendalo Gehem,” ungkap Djoko saat memberikan rincian data.
Keberadaan proyek-proyek strategis ini membuktikan bahwa potensi sumber daya alam Indonesia masih sangat menarik bagi para investor kelas dunia saat ini.
Selain meningkatkan cadangan migas nasional, operasional di kedua wilayah kerja tersebut juga memicu permintaan barang dan jasa dari berbagai sektor industri.
Hal ini memberikan kesempatan besar bagi perusahaan-perusahaan penyedia jasa penunjang migas untuk terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi serta produksi skala besar.
Dampak Positif Bagi Penyerapan Tenaga Kerja Dan Ekonomi
Tingginya nilai investasi yang masuk di sektor hulu migas secara otomatis akan diikuti oleh meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya manusia lokal.
Fenomena ini semakin menegaskan posisi penting industri hulu migas tanah air sebagai motor penggerak ekonomi yang mampu memberikan manfaat secara luas.
Djoko mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai referensi ekonomi, nilai pengadaan US$ 51 miliar tersebut diprediksi dapat menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru.
Kebutuhan tenaga kerja ini mencakup berbagai keahlian teknis maupun administratif yang dibutuhkan untuk mendukung operasional proyek-proyek besar yang tengah berjalan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi di hulu migas kembali menggeliat secara intensif di tengah isu transisi energi yang sedang berkembang pesat.
Sebelumnya banyak pihak yang menganggap sektor hulu migas sudah memasuki masa sunset atau meredup, namun data sejarah ini membuktikan hal sebaliknya.
Antusiasme investor yang tetap tinggi menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi yang masif.
Dengan penyerapan tenaga kerja yang besar, industri ini berkontribusi langsung dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan daya beli masyarakat di daerah.
Digitalisasi Dan Transparansi Melalui Sistem CIVD SKK Migas
Gairah berinvestasi yang masih sangat tinggi ini mendorong SKK Migas untuk semakin mempersiapkan diri dalam mengelola proses tender secara profesional.
Pihak regulator terus berupaya meningkatkan penggunaan teknologi mutakhir guna memastikan setiap proses pengadaan berjalan dengan prinsip transparansi serta efisiensi yang tinggi.
Peningkatan sistem ini bertujuan untuk meminimalisir hambatan birokrasi sehingga para pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan operasional mereka dengan lebih cepat dan tepat.
Hal ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan akuntabel di sektor energi nasional.
“Pekan depan Insya Allah masyarakat dapat melihatnya melalui Centralized Integrated Vendors Database (CIVD SKK Migas),” kata Djoko menjelaskan langkah ke depan.
Sistem database terintegrasi ini akan memudahkan para vendor untuk berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa secara terbuka dan kompetitif di lapangan.
Dengan sistem digital, seluruh rekam jejak pengadaan dapat dipantau dengan lebih mudah oleh pihak-pihak terkait guna menghindari praktik yang merugikan negara.
Diharapkan dengan peluncuran sistem ini, proses pengadaan barang dan jasa hulu migas di masa depan akan semakin kredibel dan berkualitas.