Riset Masa Depan: Lima Guru Besar UM Paparkan Solusi Inovatif Global

Jumat, 06 Februari 2026 | 09:34:12 WIB
Riset Masa Depan: Lima Guru Besar UM Paparkan Solusi Inovatif Global

JAKARTA - Universitas Negeri Malang (UM) kembali memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan berbasis riset melalui penyelenggaraan Sidang Terbuka Senat Akademik pada Rabu. Bertempat di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19, agenda utama pertemuan ini adalah penyampaian orasi ilmiah oleh lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu. Forum ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan manifestasi nyata dari kontribusi intelektual UM dalam merespons tantangan global di bidang teknologi, budaya, pendidikan, hingga mitigasi bencana.

Kelima pakar yang menyampaikan orasinya berasal dari latar belakang keilmuan yang beragam, mencakup Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sinergi pemikiran yang dipaparkan menunjukkan betapa pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memajukan peradaban manusia dan menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat luas.

Inovasi Skala Nano untuk Revolusi Industri Berkelanjutan

Membuka rangkaian orasi, Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD, guru besar dari Fakultas Teknik, membawakan materi berjudul “Size Does Matter: Merancang Fungsi Material dari Skala Nano”. Dalam paparannya, ia menyoroti potensi besar nanomaterial dalam mengubah peta jalan industri masa depan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Prof. Poppy memaparkan riset pengembangan nanomaterial untuk kebutuhan industri, yang salah satu inovasi unggulannya adalah nanokatalis mangan–zinc–ferrite. Teknologi ini memungkinkan produksi amonia dilakukan tanpa memerlukan tekanan dan suhu tinggi, sebuah terobosan yang dapat menghemat energi secara signifikan. Selain itu, ia juga memperkenalkan nanolubricant berbasis titanium dioksida yang mampu mengurangi gesekan secara ekstrem sekaligus meningkatkan umur operasional komponen mesin industri.

Filosofi Batik dan Adaptasi Desain Melalui Teknik Grading

Beralih ke ranah wastra dan estetika, Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd, yang juga merupakan guru besar Fakultas Teknik, menyampaikan orasi berjudul “Mempertahankan Makna Filosofi Motif Batik dengan Teknik Grading”. Riset ini berawal dari kegelisahan terhadap pergeseran nilai pada busana batik modern yang sering kali mengabaikan keutuhan motif asli demi kepentingan pola pakaian.

Ia menyoroti hilangnya nilai filosofis batik akibat ketidaksesuaian motif dengan proporsi tubuh pemakai. Melalui konsep grading motif yang ia kembangkan, Prof. Agus menawarkan solusi berupa desain busana yang adaptif. Tujuannya adalah agar motif batik tetap terlihat utuh secara visual dan makna filosofisnya tidak terdistorsi, sekaligus menjadi langkah preventif dalam mencegah praktik body shaming melalui proporsi busana yang tepat dan estetis.

Standardisasi Manajemen PAUD untuk Kualitas SDM Masa Depan

Di bidang pendidikan, Prof Dr Ahmad Samawi MHum, guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan, memberikan perspektif mendalam mengenai pondasi awal pendidikan karakter melalui orasi berjudul “Sintesis Filosofis, Ilmiah, Religius, dan Kultural Manajemen Lembaga PAUD Unggulan”. Ia menegaskan bahwa kualitas bangsa di masa depan sangat bergantung pada bagaimana anak usia dini dikelola saat ini.

Prof. Ahmad menekankan pentingnya manajemen PAUD yang komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Ia memperingatkan bahwa pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini yang belum optimal berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai religius dan kultural ke dalam manajemen PAUD menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul.

Paradigma Baru Mitigasi Bencana Berbasis Human-Volcano System

Sebagai penutup yang krusial bagi wilayah Indonesia yang kaya akan gunung api, Prof Syamsul Bachri SSi MSc PhD dari Fakultas Ilmu Sosial memperkenalkan pendekatan baru dalam geografi kebencanaan. Orasinya yang berjudul “Paradigma Baru Geografi Kebencanaan: Implementasi Human–Volcano (Hu-Vo) System Model dalam Pengelolaan Risiko Bencana di Wilayah Gunung Api Indonesia” menawarkan cara pandang yang lebih humanis dalam menghadapi ancaman vulkanik.

Ia memperkenalkan pendekatan Human–Volcano System yang memandang manusia dan gunung api sebagai satu sistem yang saling berinteraksi secara dinamis. Melalui studi kasus di berbagai gunung api aktif seperti Gunung Bromo, Merapi, Kelud, hingga Semeru, Prof. Syamsul menegaskan sebuah fakta penting bahwa aktivitas vulkanik tidak hanya menghadirkan risiko, tetapi juga manfaat ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat sekitar. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menyusun kebijakan manajemen risiko bencana yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sidang Terbuka Senat Akademik ini membuktikan bahwa Universitas Negeri Malang terus melahirkan pemikiran-pemikiran segar yang siap diimplementasikan demi kemajuan bangsa. Dedikasi kelima guru besar ini menjadi simbol semangat UM dalam mengabdi pada ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Terkini