JAKARTA - Dunia publikasi ilmiah di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) tengah merayakan pencapaian prestisius. Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, kualitas manajemen publikasi kampus hijau ini menunjukkan tren yang sangat positif dengan bertambahnya jumlah jurnal yang menembus peringkat tertinggi nasional. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa UIN RIL semakin serius dalam mengukuhkan diri sebagai pusat riset unggulan yang diakui oleh otoritas pendidikan tinggi di Indonesia.
Capaian ini terangkum secara resmi dalam pengumuman Reakreditasi Jurnal Ilmiah Periode 2 Tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada Selasa. Hasil tersebut menetapkan standar baru bagi performa akademik universitas di tahun 2026.
Kenaikan Peringkat Signifikan di Puncak Akreditasi Nasional
Keputusan strategis mengenai peringkat ini merujuk pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 295/C/C3/KPT/2026 tertanggal 2 Januari 2026. Dalam dokumen tersebut, tercatat dinamika prestasi yang membanggakan dari empat jurnal ilmiah milik UIN Raden Intan Lampung yang menjalani proses reakreditasi.
Dua jurnal unggulan berhasil mencatatkan sejarah dengan melompat ke peringkat SINTA 1, yakni International Journal of Electronics and Communications Systems (IJECS) serta Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika. Sebelumnya, kedua jurnal ini berada di Peringkat 2. Keberhasilan menembus SINTA 1 menandakan bahwa kualitas artikel dan tata kelola editorial kedua jurnal tersebut telah memenuhi kriteria tertinggi yang ditetapkan pemerintah.
Di sisi lain, jurnal AS-SIYASI: Journal of Constitutional Law dilaporkan tetap kokoh mempertahankan eksistensinya di peringkat SINTA 2. Sementara itu, grafik kenaikan juga ditunjukkan oleh Anfusina: Journal of Psychology yang sukses memperbaiki posisinya dari Peringkat 4 naik ke Peringkat 3 atau SINTA 3.
Apresiasi Rektor Terhadap Konsistensi Pengelola Jurnal
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., menyambut baik kabar membahagiakan ini. Bagi sang Rektor, hasil ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari dedikasi tanpa henti para akademisi dalam mengawal integritas karya ilmiah. Ia menilai peningkatan peringkat akreditasi jurnal menjadi bukti konsistensi dan kerja keras para pengelola jurnal di lingkungan UIN RIL.
Lebih lanjut, Rektor memberikan mandat agar prestasi ini tidak membuat para pengelola berpuas diri. Ia mendorong agar jurnal-jurnal yang ada terus memperkuat kualitas pengelolaan dan substansi artikel, sekaligus menargetkan akreditasi dan pengakuan di tingkat internasional. Harapannya, publikasi dari UIN RIL dapat menjadi rujukan utama bagi para peneliti di kancah global.
Peta Kekuatan 38 Jurnal Terakreditasi SINTA di UIN RIL
Secara kumulatif, posisi UIN Raden Intan Lampung dalam peta publikasi ilmiah nasional semakin diperhitungkan. Kepala Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah (PHPPI) UIN RIL, Dr. Antomi Saregar, M.Pd., M.Si., memaparkan data komprehensif mengenai distribusi kualitas jurnal di universitas tersebut.
Hingga saat ini, UIN Raden Intan Lampung telah memiliki 38 jurnal terakreditasi SINTA. Rinciannya meliputi:
Empat jurnal terakreditasi SINTA 1.
Sembilan jurnal SINTA 2.
Sembilan jurnal SINTA 3.
Delapan jurnal SINTA 4.
Delapan jurnal SINTA 5.
Selain prestasi di level nasional, performa internasional juga mulai menonjol. Tercatat satu jurnal UIN RIL telah terindeks Scopus, 22 jurnal masuk dalam indeksasi DOAJ, serta 35 jurnal berhasil terindeks di Moraref. Capaian ini menempatkan UIN RIL dalam posisi kompetitif di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya.
Strategi Adaptif dan Keberlanjutan Tata Kelola Editorial
Keberhasilan mempertahankan dan meningkatkan peringkat akreditasi tidak lepas dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara rutin. Dr. Antomi Saregar menekankan bahwa dinamisnya regulasi jurnal ilmiah mengharuskan para pengelola untuk selalu bersikap adaptif dan proaktif dalam mempelajari standar-standar baru.
Menurutnya, para pengelola jurnal di lingkungan UIN RIL terus melakukan pembenahan dan peningkatan keterampilan tata kelola secara berkelanjutan setiap tahun. Hal ini penting mengingat regulasi dan standar pengelolaan jurnal ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional, terus berkembang dan cenderung dinamis. “Setiap tahun pengelola jurnal secara rutin melakukan upgrade skill tata kelola, mulai dari manajemen editorial, kualitas artikel, hingga pemenuhan standar indeksasi internasional,” jelasnya.
Menatap masa depan, UIN Raden Intan Lampung tidak lantas berhenti. Saat ini, beberapa jurnal lainnya masih dalam proses menunggu hasil penilaian akreditasi pada periode berikutnya. Pihak universitas melalui PHPPI berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan agar jurnal-jurnal yang belum terakreditasi atau yang ingin naik peringkat dapat segera siap maju dalam proses akreditasi di periode mendatang. Fokus pada kualitas substansi dan teknis akan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga tren positif ini.