BCA Lanjutkan Ekspansi Cabang Baru, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

Selasa, 10 Februari 2026 | 12:43:00 WIB
BCA Lanjutkan Ekspansi Cabang Baru, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

JAKARTA - Meski transaksi perbankan semakin didominasi oleh kanal digital, kantor cabang BCA tetap memegang peran strategis bagi nasabah. 

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan komitmen terhadap kehadiran fisik dengan menambah jumlah kantor cabang dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini berbeda dengan industri perbankan secara umum, yang justru mengalami penutupan kantor cabang.

Jumlah kantor bank umum di Indonesia menurun signifikan, namun BCA mencatat kenaikan dari 1.242 kantor pada 2021 menjadi 1.270 kantor pada 2025. 

SVP Operation Strategy & Development BCA, Setiady, menekankan bahwa kehadiran fisik tetap penting bagi pelayanan berkualitas. "Human touch masih diperlukan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas,” kata Setiady.

Kantor cabang BCA kini lebih difokuskan pada transaksi bernilai besar dan kompleks, meski frekuensi transaksi digital jauh lebih tinggi. 

Sekitar 99,8% transaksi BCA diproses melalui kanal digital, sementara cabang hanya 0,2% dari frekuensi total. Hal ini menegaskan bahwa kantor cabang melayani kebutuhan yang tidak dapat digantikan oleh aplikasi digital.

Kontribusi Nilai Transaksi Kantor Cabang

Meskipun frekuensi transaksi di cabang kecil, nilainya masih signifikan. Transaksi di kantor cabang menyumbang lebih dari 30% dari total nominal transaksi di BCA. Kondisi ini menunjukkan karakter transaksi cabang yang umumnya membutuhkan penanganan personal dan advisori, seperti investasi dan kredit.

Kehadiran petugas bank secara langsung memungkinkan nasabah mendapatkan penjelasan yang lebih komprehensif. Layanan personal ini sulit digantikan oleh kanal digital. Pertemuan langsung pun membantu membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah dalam jangka panjang.

Selain itu, transaksi bernilai besar di cabang menuntut penanganan yang lebih detail dan teliti. Konsultasi kredit dan advisory investasi biasanya memerlukan diskusi intensif. Hal ini menjadi alasan utama mengapa BCA tetap mempertahankan dan menambah kantor cabang.

Ekspansi Cabang ke Kawasan Timur Indonesia

Ekspansi jaringan BCA juga didorong oleh perkembangan ekonomi regional, khususnya di Indonesia Timur. Masih banyak wilayah di kawasan tersebut yang belum terjangkau jaringan BCA. Pembukaan cabang baru diharapkan mampu memperluas basis nasabah, yang kini mendekati 40 juta orang.

Perluasan jaringan cabang disertai peningkatan infrastruktur layanan tunai. BCA kini mengoperasikan lebih dari 20.000 mesin ATM di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat dibandingkan 18.034 unit ATM pada 2021, mendukung kenyamanan nasabah di daerah yang baru dijangkau cabang.

Kehadiran kantor cabang baru menjadi sarana edukasi finansial bagi masyarakat setempat. Nasabah di wilayah baru dapat lebih mudah memahami layanan perbankan dan produk investasi. Hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi BCA.

Human Touch Masih Jadi Fokus Layanan

Setiady menegaskan bahwa meski digital mendominasi, interaksi manusia tetap diperlukan. Pelayanan berkualitas seringkali membutuhkan konsultasi langsung, bukan hanya transaksi otomatis. Kantor cabang berfungsi sebagai pusat layanan personal yang menyesuaikan kebutuhan nasabah.

Dengan strategi ini, BCA menyeimbangkan antara efisiensi digital dan layanan manusia. Nasabah merasa lebih aman melakukan transaksi besar melalui cabang. Human touch menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.

Kehadiran petugas yang berkompeten membantu menjawab pertanyaan nasabah secara cepat. Penanganan transaksi kompleks menjadi lebih akurat dan minim risiko. Strategi ini menunjukkan bahwa kantor cabang tetap relevan dalam ekosistem perbankan modern.

Pertumbuhan Nasabah dan Jaringan Kantor

BCA telah berhasil mendekati angka 40 juta nasabah, didorong oleh ekspansi cabang dan layanan digital. Penambahan kantor cabang memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat yang belum tersentuh digital. Strategi ini memastikan pertumbuhan nasabah tetap stabil dan berkelanjutan.

Jumlah mesin ATM yang meningkat turut mendukung aksesibilitas layanan perbankan. Dengan lebih dari 20.000 unit ATM, nasabah di daerah terpencil juga dapat menikmati layanan tunai. Perluasan jaringan ini memperkuat posisi BCA sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia.

Pertumbuhan nasabah dan jaringan cabang berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Nasabah memperoleh kemudahan bertransaksi serta konsultasi personal. BCA memanfaatkan kedua elemen ini untuk mendorong ekspansi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Optimisme Pertumbuhan dan Masa Depan Perbankan

Kehadiran cabang baru di kawasan Indonesia Timur diproyeksikan mendukung pertumbuhan regional. Perluasan jaringan bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas layanan. Nasabah mendapatkan pengalaman perbankan yang komprehensif dan personal.

Strategi BCA menunjukkan keseimbangan antara inovasi digital dan layanan tradisional. Ekspansi cabang menjadi bukti nyata komitmen bank terhadap pelayanan menyeluruh. Hal ini menciptakan kepercayaan dan loyalitas nasabah dalam jangka panjang.

BCA Lanjutkan Ekspansi Cabang, Bidik Pertumbuhan di Indonesia Timur menjadi simbol adaptasi perbankan modern. Bank terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah, memadukan digital dan human touch. Tren ini diperkirakan akan berlanjut, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkini