Pastikan Stok Aman Jelang Ramadan, Bupati Sumenep Sidak Harga Pangan di Pasar Anom

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:39:31 WIB
Pastikan Stok Aman Jelang Ramadan, Bupati Sumenep Sidak Harga Pangan di Pasar Anom

JAKARTA - Menjelang tibanya bulan suci Ramadan, perhatian pemerintah daerah terhadap stabilitas ekonomi masyarakat semakin diperketat. Langkah nyata diambil oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang memilih untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga pangan yang tidak wajar.

Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Fauzi melakukan peninjauan mendalam di Pasar Anom Baru Sumenep pada Jumat (13/2). Kehadiran orang nomor satu di Sumenep ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah misi strategis untuk menjamin ketersediaan barang dan menekan angka inflasi di wilayah ujung timur Pulau Madura tersebut.

Upaya Preventif Menekan Laju Inflasi Daerah

Kunjungan ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah dalam menghadapi potensi fluktuasi harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan. Fokus utama pemerintah adalah menjaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan pasokan bahan pokok di pasar tradisional tetap melimpah.

Dalam keterangannya di sela-sela pemantauan, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa pengawasan ini adalah bagian dari manajemen risiko ekonomi daerah. ”Kegiatan ini sebagai langkah antisipatif dalam menjaga inflasi di Kabupaten Sumenep,” tutur sosok yang akrab disapa Cak Fauzi tersebut.

Instruksi Tegas Terkait Keuntungan Pedagang

Kehadiran rombongan bupati di tengah hiruk-pikuk Pasar Anom Baru juga dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan para pedagang. Dalam interaksi tersebut, Fauzi memberikan pesan yang cukup mendalam mengenai etika berdagang, terutama saat mendekati bulan Ramadan yang penuh berkah.

Ia secara khusus meminta agar para pedagang memiliki empati terhadap konsumen dan tidak menggunakan momentum kenaikan permintaan sebagai ajang mencari keuntungan yang tidak rasional. Fauzi menekankan pentingnya menjaga kondusivitas pasar demi ketenangan masyarakat luas. Beliau berharap agar para penjual tidak mengambil keuntungan berlebihan yang dapat memicu kepanikan harga di pasar.

Kondisi Stok dan Fluktuasi Harga di Lapangan

Berdasarkan hasil pemantauan langsung, secara kolektif pasokan barang di pasar terbesar di Sumenep tersebut terpantau masih berada dalam taraf aman. Namun, Bupati tidak menampik adanya dinamika harga pada beberapa komoditas tertentu yang mulai merangkak naik.

”Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara berkala, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga yang berpotensi memberatkan konsumen,” jelas Fauzi. Ia menjamin bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam jika ditemukan adanya ketidakwajaran dalam distribusi maupun harga jual di tingkat pedagang.

Peringatan Keras Terhadap Praktik Penimbunan

Salah satu sorotan tajam dalam kunjungan ini adalah masalah distribusi. Bupati Fauzi memperingatkan dengan tegas agar tidak ada oknum pedagang maupun distributor yang mencoba melakukan spekulasi dengan cara menimbun barang. Praktik penimbunan dinilai sebagai tindakan sabotase terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk mengambil tindakan hukum atau administratif yang tegas bagi siapapun yang berani memainkan harga di atas batas kewajaran yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan demi melindungi kepentingan konsumen dari praktik nakal oknum tertentu.

Peran Strategis TPID dalam Evaluasi Kebijakan

Sebagai tindak lanjut dari sidak tersebut, Bupati telah memberikan mandat khusus kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep. Tim ini bertugas untuk menyajikan data yang akurat dan detail mengenai pergerakan harga serta ketersediaan stok di seluruh pasar wilayah Sumenep.

Data dari TPID inilah yang nantinya akan menjadi kompas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah kebijakan selanjutnya, apakah diperlukan operasi pasar murah atau intervensi lainnya. ”Kami telah menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep untuk melakukan pendataan ketersediaan dan harga bahan pokok secara detail. Laporan itu nanti akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan,” tegasnya dengan nada lugas.

Komitmen Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Di penghujung kunjungannya, setelah menyusuri berbagai lorong pasar dan berdiskusi dengan pedagang sembako hingga pedagang daging, Bupati kembali menegaskan bahwa pengawasan ini akan dilakukan secara kontinu. Sinergi antara pemerintah, penegak hukum, dan para pelaku pasar adalah kunci utama dalam melewati masa-masa rentan inflasi menjelang Ramadan.

”Kami berkomitmen untuk bersinergi dengan semua pihak guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok,” pungkas Fauzi. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi warga Sumenep sehingga mereka dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman tanpa dihantui kekhawatiran akan kenaikan harga kebutuhan hidup.

Terkini