Harga Sembako Palembang Bergerak, Telur Stabil

Kamis, 28 Agustus 2025 | 09:31:48 WIB
Harga Sembako Palembang Bergerak, Telur Stabil

JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok di Palembang kembali menjadi perhatian masyarakat. Di sejumlah pasar tradisional, harga beberapa komoditas penting terpantau mengalami kenaikan yang cukup terasa, terutama daging ayam ras dan cabai rawit. Kondisi ini membuat banyak warga harus lebih selektif dalam berbelanja, meskipun ada beberapa komoditas lain yang masih terjaga stabilitasnya.

Kenaikan harga pangan bukanlah fenomena baru, sebab hukum ekonomi sederhana menyebutkan bahwa ketika permintaan meningkat, harga cenderung ikut terdorong naik. Pantauan langsung di Pasar Lemabang Palembang memperlihatkan daging ayam ras kini dijual dengan harga Rp33 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp30 ribuan. Sementara itu, cabai rawit yang selalu menjadi komoditas sensitif bagi masyarakat juga merangkak naik, kini menembus Rp60 ribu per kilogram dari kisaran Rp55 ribu.

Telur Ayam Masih Bertahan Stabil

Di tengah lonjakan harga ayam dan cabai, telur ayam justru menjadi salah satu komoditas yang harganya relatif stabil. Di Palembang, harga telur berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram, bergantung pada lokasi dan jalur distribusi. Harga di warung eceran tentu berbeda dengan agen atau pasar besar yang biasanya lebih kompetitif.

Menurut keterangan Kabid Stabilisasi & Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang, Elsa Noviani, stabilitas harga telur sudah berlangsung dalam sepekan terakhir. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan adanya potensi kenaikan bila permintaan di pasar swasta meningkat.

"Kalau pasar yang dipantau dinas kami (Disdag), pasar besar-besar seperti di KM 5, Lemabang, Soak Batok, 26 Ilir, Pasar 16 Ilir dan lain-lain, harga telur stabil," ujarnya.

Elsa bahkan menambahkan, hasil pemantauan terakhir di agen telur menunjukkan harga Rp23.500 per kilogram. Agen mampu menjual lebih murah karena pembelian dilakukan dalam skala besar, yakni per peti. "Kalau di agen kan harga lebih murah beli per peti," jelasnya.

Pasar Murah Jadi Jurus Menekan Inflasi

Pemerintah kota melalui Disdag Palembang berupaya menjaga stabilitas harga sembako agar tidak menimbulkan tekanan inflasi. Salah satu langkah yang kembali dipersiapkan adalah penyelenggaraan pasar murah.

Elsa menyampaikan bahwa agenda pasar murah berikutnya direncanakan berlangsung pada September mendatang. Program ini menjadi lanjutan dari pasar murah sebelumnya yang digelar saat peringatan HUT ke-80 RI di Kalidoni. Dalam kegiatan tersebut, harga telur ayam mendapat subsidi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), sehingga masyarakat bisa membeli hanya Rp20 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga normal di pasar.

"Jadi harga sebenarnya di pasar murah ini 24 ribu per kg, tapi karena ada bantuan subsidi, jadi cuma 20 ribuan," terangnya.

Namun, untuk penyelenggaraan pasar murah bulan depan, pihak Disdag masih melakukan koordinasi terkait penentuan lokasi dan jadwal yang tepat di berbagai kecamatan maupun kelurahan.

Daftar Harga Sembako Terkini di Palembang

Selain ayam, cabai, dan telur, sejumlah komoditas pokok lainnya juga menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan pemantauan di Pasar Lemabang, berikut adalah harga sembako terkini:

Beras: Rp13.500 per kilogram untuk jenis medium, sedangkan beras premium mencapai Rp15 ribu per kilogram.

Gula pasir: Rp18 ribu per kilogram, baik curah maupun kemasan.

Minyak goreng: Rp19 ribu per liter untuk curah maupun kemasan.

Tepung terigu: Rp13 ribu per kilogram.

Daging sapi segar: Rp140 ribu per kilogram.

Daging ayam ras: Rp33 ribu per kilogram.

Telur ayam ras: Rp25 ribu per kilogram.

Bawang merah: Rp40 ribu per kilogram.

Bawang putih: Rp35 ribu per kilogram.

Cabai merah keriting: Rp30 ribu per kilogram.

Cabai rawit: Rp60 ribu per kilogram.

Cabai burung: Rp35 ribu per kilogram.

Tantangan Masyarakat di Tengah Fluktuasi Harga

Bagi masyarakat Palembang, fluktuasi harga sembako ini jelas menjadi tantangan tersendiri. Komoditas seperti ayam dan cabai termasuk dalam kebutuhan harian yang hampir selalu ada di meja makan. Kenaikan harga yang tiba-tiba tentu berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Di sisi lain, stabilnya harga telur ayam menjadi sedikit angin segar, sebab telur adalah sumber protein yang paling mudah diakses oleh masyarakat. Namun, stabilitas ini juga belum menjamin tidak akan ada lonjakan di kemudian hari, terutama jika distribusi terganggu atau permintaan mendadak meningkat.

Upaya pemerintah melalui pasar murah dinilai sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Program subsidi harga diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek, sembari tetap memperkuat rantai distribusi agar pasokan barang kebutuhan pokok tidak terhambat.

Harapan Ke Depan

Harga pangan yang terus bergerak naik turun mengingatkan masyarakat bahwa kondisi pasar tradisional sangat dipengaruhi oleh faktor permintaan dan pasokan. Pemerintah daerah bersama pelaku usaha diharapkan semakin sigap dalam merespons perubahan harga agar masyarakat tidak terlalu terbebani.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pedagang, dan pihak swasta, diharapkan harga kebutuhan pokok dapat lebih terkendali. Sehingga, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan harian mereka tanpa khawatir terhadap lonjakan harga yang mendadak.

Terkini

KUR Perumahan: Pinjaman hingga Rp5 Miliar

Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:32:35 WIB

SPKLU West Hub: Akselerasi Mobil Listrik

Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:38:26 WIB

Itel Zeno 20: Smartphone Tangguh Harga Bersahabat

Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:58:07 WIB

vivo V60: Flagship Fotografi di Genggaman

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:00:15 WIB