UMKM Katering Depok Dibimbing Ciptakan Makanan Sehat

Kamis, 28 Agustus 2025 | 09:03:13 WIB
UMKM Katering Depok Dibimbing Ciptakan Makanan Sehat

JAKARTA - Kesadaran akan pentingnya pola makan sehat kini semakin gencar digalakkan di berbagai daerah, termasuk di Kota Depok. Tidak hanya masyarakat umum, para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan katering juga menjadi sasaran edukasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok memberikan perhatian khusus kepada para pelaku usaha tersebut agar mampu menghadirkan produk pangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan.

Sebanyak 80 pelaku UMKM dan katering diundang untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi serta Pendampingan Bijak Penggunaan Garam, Gula, dan Lemak untuk Pangan Sehat yang berlangsung di Aula Perpustakaan Umum Kota Depok. Acara ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran produsen makanan mengenai pentingnya standar gizi dalam produk mereka.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bijak Gunakan Garam Gula Lemak untuk Pangan Sehat” dan juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Melalui momen ini, pemerintah daerah ingin menekankan bahwa isu kesehatan tidak hanya sebatas pelayanan medis, melainkan juga dimulai dari asupan makanan sehari-hari yang diproduksi dan dikonsumsi masyarakat.

Fokus pada Pangan Bergizi Seimbang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong para pelaku UMKM dan katering menghasilkan makanan dengan komposisi garam, gula, dan lemak yang sesuai dengan standar gizi seimbang.

“Juga untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong pelaku usaha agar memproduksi makanan dengan kadar gula, garam, dan lemak yang sesuai standar gizi,” jelas Mary dalam sambutannya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa peran pelaku UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka merupakan penyedia makanan sehari-hari bagi banyak masyarakat, sehingga edukasi gizi kepada mereka akan berdampak langsung terhadap kualitas pola makan warga.

Pentingnya Informasi Nilai Gizi

Mary juga menekankan perlunya pelabelan informasi gizi pada setiap produk pangan. Menurutnya, hal ini dapat menjadi alat edukasi sederhana bagi konsumen agar lebih bijak dalam memilih makanan.

“Dengan pelabelan, masyarakat bisa lebih bijak memilih pangan, sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular,” tambahnya.

Label gizi tidak hanya berfungsi sebagai informasi, tetapi juga sebagai pengingat bahwa makanan yang dikonsumsi sebaiknya seimbang dan tidak berlebihan dalam kandungan tertentu. Dengan adanya label, konsumen bisa lebih sadar akan jumlah kalori, gula, garam, dan lemak yang masuk ke tubuh mereka.

Upaya Menekan Penyakit Tidak Menular

Dalam kesempatan tersebut, Mary juga mengingatkan bahwa banyak penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, dan jantung, berawal dari pola makan yang tidak sehat. Konsumsi makanan dengan kadar garam, gula, dan lemak tinggi menjadi salah satu pemicunya.

Dengan memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM, diharapkan akan tercipta rantai distribusi makanan yang lebih sehat, mulai dari produsen hingga ke tangan konsumen. Langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih besar dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Menanamkan Kesadaran Sejak Dini

Selain aspek teknis dalam produksi makanan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kesadaran jangka panjang. Para pelaku UMKM dan katering tidak hanya belajar soal takaran ideal garam, gula, dan lemak, tetapi juga memahami dampak sosial dan kesehatan jika produk mereka tidak memperhatikan gizi seimbang.

Dengan adanya sosialisasi semacam ini, diharapkan muncul kesadaran bahwa keberhasilan usaha kuliner bukan hanya dilihat dari larisnya produk, tetapi juga dari kontribusinya menjaga kesehatan masyarakat.

Membangun Pola Hidup Sehat Bersama

Mary berharap, kegiatan tersebut menjadi langkah kecil yang memberi manfaat besar. Bukan hanya bagi para pelaku usaha yang hadir, melainkan juga untuk masyarakat luas yang mengonsumsi produk pangan mereka.

“Semoga langkah kecil ini memberi manfaat besar, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas dalam mewujudkan pola makan sehat,” tutupnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Upaya Dinas Kesehatan Kota Depok dalam mengedukasi UMKM menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. UMKM yang biasanya lebih dekat dengan masyarakat dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi konsumen melalui produk mereka.

Dengan dukungan pemerintah dalam bentuk sosialisasi, pendampingan, hingga regulasi mengenai standar gizi dan pelabelan, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk mereka sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan.

Menuju Kota dengan Pola Makan Lebih Sehat

Melalui berbagai kegiatan edukasi seperti ini, Depok menunjukkan keseriusannya dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap pola makan. Tidak hanya masyarakat sebagai konsumen yang diharapkan berubah, tetapi juga produsen yang menyediakan makanan sehari-hari.

Jika kesadaran ini terus ditanamkan, maka tidak menutup kemungkinan Depok bisa menjadi salah satu kota percontohan dalam penerapan pangan sehat berbasis edukasi gizi.

Terkini

KUR Perumahan: Pinjaman hingga Rp5 Miliar

Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:32:35 WIB

SPKLU West Hub: Akselerasi Mobil Listrik

Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:38:26 WIB

Itel Zeno 20: Smartphone Tangguh Harga Bersahabat

Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:58:07 WIB

vivo V60: Flagship Fotografi di Genggaman

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:00:15 WIB