MBG

Program MBG Diperluas, Target Utama Tingkatkan Kesehatan Lansia Nasional

Program MBG Diperluas, Target Utama Tingkatkan Kesehatan Lansia Nasional
Program MBG Diperluas, Target Utama Tingkatkan Kesehatan Lansia Nasional

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah koordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan diskusi diperlukan agar mekanisme pemberian MBG bagi lansia dapat terintegrasi dengan skema yang sudah ada. Langkah ini diharapkan membuat program berjalan lebih efektif dan menyasar kelompok yang membutuhkan secara menyeluruh.

Menteri Sosial juga ingin membahas lebih rinci terkait mekanisme pemberian MBG untuk lansia. Dadan menekankan bahwa integrasi skema penting agar layanan dapat berjalan dalam satu sistem di daerah tertentu. 

"Pak Mensos ingin berbincang lebih lanjut terkait mekanisme pemberian pada lansia ya tentunya itu tugas Mensos, tapi kemudian kita akan integrasikan bagaimana caranya," ujarnya.

Penyatuan layanan ini menjadi fokus agar pemberian makanan bergizi untuk lansia tidak terpisah-pisah. Dengan mekanisme yang seragam, setiap daerah dapat menyalurkan MBG secara efisien. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan efektivitas dan mengurangi tumpang tindih program di lapangan.

Mekanisme Pemberian MBG untuk Lansia

Dadan mencontohkan bahwa MBG bagi lansia dapat dijalankan sebagai satu sistem pelayanan terpadu di wilayah tertentu. Pemberian ini akan menyesuaikan kondisi lokal sehingga lansia dapat menerima manfaat secara optimal. "Bagaimana caranya agar dalam satu kesatuan ini bisa diberikan di dalam satu daerah misalnya," tambah Dadan.

Saat ini, MBG sudah menjangkau berbagai kelompok prioritas. Program mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak balita, dan seluruh anak sekolah hingga usia 18 tahun. Dengan cakupan ini, program MBG telah membantu menjaga kesehatan generasi muda dan kelompok rentan lainnya.

Selain itu, MBG juga menyasar anak-anak yang putus sekolah dan kelompok disabilitas. Hal ini memastikan bahwa program tidak hanya fokus pada mereka yang aktif di sekolah, tetapi juga mereka yang memiliki keterbatasan akses. 

Pendekatan inklusif ini menunjukkan komitmen BGN terhadap pemenuhan gizi bagi semua lapisan masyarakat.

Peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Dadan menjelaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi titik fokus penyaluran MBG di berbagai lokasi. Namun, mekanisme integrasi untuk semua kelompok penerima masih perlu dibahas lebih lanjut. "Nanti mekanismenya harus kita bicarakan lagi," ungkap Dadan.

Di sekolah rakyat, SPPG akan menyediakan makanan bergizi secara langsung. Penyaluran dilakukan sejak pagi hingga sore untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan yang cukup sepanjang hari. 

"Kalau untuk sekolah rakyat di mana ada sekolah rakyat, maka di situ ada SPPG dan makannya dilakukan oleh Badan Gizi Nasional pagi, siang, sore," jelas Dadan.

Keberadaan SPPG juga mempermudah koordinasi dengan pihak sekolah dan lembaga sosial di daerah. Dengan sistem yang terpadu, pengawasan kualitas dan kuantitas makanan bergizi dapat lebih terjamin. Langkah ini diharapkan mendukung keberlanjutan program MBG di seluruh wilayah.

Manfaat Perluasan Program MBG

Perluasan MBG ke lansia diharapkan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Pertama, lansia menerima asupan nutrisi yang mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh. Kedua, program ini menciptakan integrasi layanan sosial yang lebih luas, sehingga semua kelompok rentan dapat merasakan manfaatnya.

Dengan cakupan yang diperluas, MBG tidak hanya membantu lansia, tetapi juga memperkuat program gizi bagi anak-anak dan ibu hamil. Sinergi antara BGN dan Kementerian Sosial memastikan bahwa bantuan tersalur tepat sasaran. Langkah ini memperlihatkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program MBG yang terintegrasi juga berpotensi menurunkan risiko penyakit terkait kekurangan gizi di berbagai kelompok. 

Dengan asupan yang cukup, lansia dapat menjalani aktivitas sehari-hari lebih sehat. Sementara itu, anak-anak dan ibu hamil juga mendapat manfaat jangka panjang untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Ke depan, koordinasi antara BGN dan Kementerian Sosial akan lebih diperkuat untuk memastikan mekanisme MBG berjalan lancar. 

Program ini diharapkan menciptakan sistem pelayanan gizi yang terpadu di semua daerah. Dengan langkah ini, manfaat MBG dapat dirasakan oleh seluruh penerima, termasuk lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya.

Dadan menekankan pentingnya dialog berkelanjutan antara BGN, Kementerian Sosial, dan pihak daerah. Diskusi ini menjadi kunci agar mekanisme penyaluran MBG efektif dan efisien. Sinergi antar lembaga juga akan memastikan setiap kelompok penerima mendapatkan gizi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk menilai keberhasilan program. Data dan masukan dari lapangan akan dijadikan dasar untuk perbaikan mekanisme. Dengan demikian, MBG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Perluasan MBG bagi lansia menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. 

Integrasi layanan gizi dengan program sosial lainnya menjadi model yang dapat ditiru di masa depan. Dengan pendekatan yang terpadu, program MBG diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index