Dokter

Misi Kemanusiaan: Unpatti Ambon Cetak 71 Dokter untuk Kepulauan Maluku

Misi Kemanusiaan: Unpatti Ambon Cetak 71 Dokter untuk Kepulauan Maluku
Misi Kemanusiaan: Unpatti Ambon Cetak 71 Dokter untuk Kepulauan Maluku

JAKARTA - Harapan baru bagi sektor kesehatan di wilayah timur Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku, kini resmi lahir dari rahim Universitas Pattimura (Unpatti). Melalui Fakultas Kedokteran (FK), sebanyak 71 dokter baru telah dikukuhkan untuk mengemban misi kemanusiaan yang mulia. Kelulusan angkatan ke-37 ini bukan sekadar seremoni akademik biasa, melainkan sebuah komitmen kuat untuk menjawab tantangan besar pemerataan layanan kesehatan di tengah lanskap Maluku yang didominasi oleh wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Momentum pengambilan sumpah ini menandai hadirnya barisan tenaga medis profesional yang siap diterjunkan ke garis depan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan semangat pengabdian, para lulusan ini diharapkan mampu mengisi kekosongan tenaga medis di pelosok-pelosok desa yang selama ini sulit dijangkau oleh akses kesehatan modern.

Makna Keistimewaan dan Dedikasi Profesi Kedokteran

Prosesi Pengambilan Sumpah Dokter yang berlangsung di Ambon pada Kamis dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pencapaian para dokter muda ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh dengan pengorbanan serta kerja keras yang luar biasa.

“Menjadi dokter adalah sebuah keistimewaan. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan besar untuk sampai pada titik ini. Kalian adalah anak-anak luar biasa,” kata Abdullah Vanath. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik para dokter tersebut, melainkan kebanggaan kolektif bagi orang tua dan keluarga besar yang telah memberikan dukungan tanpa henti selama masa pendidikan.

Wakil Gubernur juga menyampaikan pesan mendalam mengenai perlunya menjaga iklim pendidikan yang kondusif di Maluku. Baginya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan stabilitas keamanan dan ketertiban. Hal ini sangat krusial agar generasi muda dapat menyelesaikan studi mereka dengan rasa aman dan nyaman, sehingga kelak dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Kisah Inspiratif di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara tersebut adalah ketika Wakil Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada seorang dokter muda yang berhasil mendobrak batasan ekonomi. Meskipun berasal dari latar belakang keluarga sederhana dengan ayah yang berprofesi sebagai tukang ojek, sang lulusan mampu membuktikan bahwa determinasi dan semangat belajar dapat mengalahkan segala rintangan material.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai pengingat bagi seluruh pemuda di Maluku bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di bidang akademik, bahkan di fakultas yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi seperti kedokteran. Pemerintah Provinsi Maluku sendiri menegaskan dukungannya kepada setiap perguruan tinggi untuk terus berkompetisi secara sehat dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi melahirkan SDM unggul yang siap terjun di sektor kesehatan.

Standar Etika dan Nilai Pengabdian di Wilayah Kepulauan

Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, Farah Christina Noya, memberikan penjelasan mengenai proses panjang di balik lahirnya 71 dokter baru ini. Menurutnya, pendidikan di FK Unpatti tidak hanya terpaku pada penguasaan sains dan teknologi medis, tetapi juga pada penguatan fondasi etika profesi yang teguh. Para dokter muda ini telah melewati proses pembinaan yang ketat guna memastikan mereka memiliki kepedulian sosial yang mendalam.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Kedokteran Unpatti berkomitmen mencetak dokter yang tidak hanya kompeten secara ilmiah, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat Maluku. Fokus utama kurikulum kedokteran di Unpatti memang dirancang agar para lulusannya peka terhadap karakteristik geografis Maluku yang unik.

“Kami mendorong para dokter lulusan Unpatti untuk kembali dan mengabdi di daerah, terutama di wilayah kepulauan dan daerah yang masih kekurangan tenaga medis, sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan,” ujar Farah Christina Noya.

Tantangan Pengabdian dan Harapan Pemerataan Layanan

Provinsi Maluku yang terdiri dari ribuan pulau membutuhkan sentuhan tenaga kesehatan yang memiliki daya tahan fisik dan mental yang kuat. Tantangan distribusi logistik kesehatan dan jarak antar-pulau menjadi medan perjuangan bagi 71 dokter baru ini. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan standar kesehatan masyarakat secara keseluruhan di daerah-daerah yang selama ini terisolasi.

Sinergi antara Unpatti sebagai penyedia SDM dan Pemerintah Provinsi sebagai regulator diharapkan dapat terus berjalan harmonis. Dengan penempatan yang tepat sasaran di daerah-daerah krisis tenaga medis, misi pemerataan layanan kesehatan di Maluku bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang dibangun melalui tangan-tangan dokter muda lulusan Universitas Pattimura.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index