Pertambangan

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

JAKARTA - Sektor pertambangan nasional tengah memasuki era baru yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dan alat berat, tetapi juga kekuatan data. Di tengah arus digitalisasi global, kemampuan aparatur negara dalam mengolah informasi yang masif menjadi kunci utama untuk menciptakan industri ekstraktif yang transparan dan akuntabel. Menyadari kebutuhan mendesak akan literasi digital tingkat tinggi, otoritas pengembangan sumber daya manusia di bidang geologi kini fokus membekali para pegawainya dengan kemahiran analisis data raya guna memastikan setiap kebijakan negara lahir dari landasan fakta yang akurat.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) resmi membuka Pelatihan Big Data Pertambangan Berbasis Online Angkatan I dan Angkatan II pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis instansi pemerintah dalam menjawab tantangan digitalisasi dan optimalisasi pengelolaan data di sektor pertambangan.

Respons Strategis Terhadap Standar Profesionalitas ASN

Peningkatan kompetensi ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah kewajiban administratif yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan publik. Kepala PPSDM Geominerba, dalam sambutannya saat membuka acara, menegaskan pentingnya adaptasi teknologi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya konkret pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Langkah ini dianggap sangat relevan dengan upaya peningkatan kualitas birokrasi secara statistik. Hal ini selaras dengan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 8 Tahun 2019 mengenai Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN), di mana kompetensi menjadi salah satu ukuran statistik kualitas pegawai dalam menjalankan tugas jabatannya. Dengan kata lain, penguasaan big data kini menjadi indikator profesionalisme bagi para pengambil kebijakan di sektor sumber daya mineral.

Urgensi Pengelolaan Data Masif dalam Industri Pertambangan

Sektor pertambangan dikenal sebagai salah satu industri yang paling kaya akan data, namun sering kali data tersebut masih tersebar dan belum terintegrasi secara maksimal. "Aktivitas pertambangan menghasilkan data yang sangat besar dan beragam, mulai dari data perizinan, produksi, lingkungan, keselamatan, hingga pengawasan dan pelaporan," ujar Kepala PPSDM Geominerba.

Pemanfaatan big data kini tidak lagi sekadar opsi, melainkan instrumen strategis bagi negara. Beliau menambahkan bahwa pemanfaatan big data kini menjadi instrumen strategis. Jika data tersebut dikelola dan dianalisis secara optimal, akan menjadi dasar yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan serta perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Dengan analisis yang tepat, potensi kebocoran data atau ketidakakuratan laporan produksi dapat diminimalisir sedini mungkin.

Detail Pelaksanaan dan Sinergi Akademisi Universitas Padjadjaran

Pelatihan yang dilakukan secara digital ini memungkinkan partisipasi yang lebih luas dan efisien tanpa mengurangi kedalaman materi. Dalam laporannya, pihak penyelenggara menjelaskan detail pelaksanaan kegiatan ini. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 Februari 2026, dan dilaksanakan sepenuhnya secara daring (online). Tercatat sebanyak 31 orang peserta mengikuti pelatihan ini, di mana seluruhnya merupakan ASN yang berasal dari lingkungan Kementerian ESDM.

Guna menjamin materi yang disampaikan sesuai dengan standar keilmuan terbaru, PPSDM Geominerba menggandeng tenaga pengajar atau instruktur ahli dari Universitas Padjadjaran. Kurikulum yang disajikan dirancang komprehensif untuk meningkatkan kemampuan teknis dan analitis peserta. Materi pelajaran meliputi Pengantar Big Data Pertambangan, Perencanaan Data, Pengumpulan Data, Pengolahan Data, Diseminasi Data, hingga Implementasi Big Data Pertambangan. Integrasi antara teori akademis dan kebutuhan praktis di lapangan menjadi inti dari kurikulum tersebut.

Visi Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Sumber Daya

Target akhir dari pelatihan ini adalah terciptanya ekosistem pertambangan yang lebih sehat melalui pengawasan yang berbasis bukti digital. Tujuan utama dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam memahami dan memanfaatkan big data guna meningkatkan efektivitas pengawasan, transparansi tata kelola, serta akuntabilitas pengelolaan sumber daya mineral dan batubara.

Output dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kedaulatan sumber daya alam Indonesia. Pihak penyelenggara berharap, output dari pelatihan ini dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan di bidang pertambangan secara lebih profesional, berbasis data, dan berkelanjutan. Dengan ASN yang kompeten dalam mengoperasikan big data, masa depan pertambangan Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih rapi, adil, dan memberikan manfaat maksimal bagi kemakmuran rakyat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index