Sepatu

Bisnis Manufaktur Tegal Tembus Pasar Spanyol Lewat Ekspor Sepatu Joma

Bisnis Manufaktur Tegal Tembus Pasar Spanyol Lewat Ekspor Sepatu Joma
Bisnis Manufaktur Tegal Tembus Pasar Spanyol Lewat Ekspor Sepatu Joma

JAKARTA - Kota Tegal kini tidak hanya dikenal dengan industri logam dan kulinernya, tetapi juga mulai mengukuhkan posisi sebagai pemain strategis dalam rantai pasok alas kaki global. Sebuah pencapaian besar baru saja ditorehkan oleh industri manufaktur lokal yang berhasil menembus pasar Eropa. PT Teng Fei Glory Indonesia, perusahaan manufaktur alas kaki yang berlokasi di Kota Tegal, sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 10.840 pasang sepatu menuju Spanyol pada Kamis.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas produksi dari tangan-tangan terampil di daerah mampu memenuhi standar ketat merek internasional. Pengiriman perdana ini tidak hanya sekadar transaksi bisnis biasa, melainkan simbol kebangkitan ekonomi daerah yang kian berorientasi ekspor. Dengan nilai total pengiriman yang mencapai USD100.124 atau setara dengan Rp1,69 miliar, Tegal kini secara resmi ikut andil dalam menyumbang devisa negara melalui sektor alas kaki.

Dukungan Fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Fiskal

Kesuksesan ekspor PT Teng Fei Glory Indonesia tidak lepas dari peran regulasi pemerintah yang mendukung iklim investasi. Kepala Kantor Bea Cukai Tegal, Yudiyarto, menyampaikan bahwa ekspor perdana ini menjadi tonggak penting sejak PT Teng Fei Glory Indonesia ditetapkan sebagai perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat. Fasilitas ini merupakan instrumen penting yang memungkinkan perusahaan manufaktur untuk beroperasi lebih efisien dengan biaya produksi yang lebih kompetitif.

Melalui skema Kawasan Berikat, perusahaan mendapatkan berbagai kemudahan fiskal yang sangat krusial bagi industri yang mengandalkan bahan baku impor namun berorientasi ekspor. Fasilitas ini memberikan kemudahan fiskal berupa penangguhan bea masuk serta tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI). Dengan terpangkasnya biaya-biaya tersebut, modal kerja perusahaan dapat dialokasikan lebih optimal untuk pengembangan kualitas produk dan teknologi produksi.

Dampak Ekonomi bagi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Selain manfaat ekonomi secara makro, operasional perusahaan manufaktur sebesar PT Teng Fei Glory Indonesia membawa dampak langsung bagi kesejahteraan sosial di wilayah Tegal. Keberadaan pabrik yang memproduksi ribuan pasang sepatu per hari secara otomatis memerlukan sumber daya manusia yang besar dan terampil. Hal ini menjadi solusi nyata bagi pengentasan pengangguran di wilayah tersebut.

Pihak otoritas meyakini bahwa dengan kelancaran arus ekspor ini, skala bisnis perusahaan akan terus berkembang ke depannya. “Fasilitas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas perusahaan serta memperluas penyerapan tenaga kerja di Kota Tegal dan wilayah sekitarnya,” ujar Yudiyarto menekankan pentingnya sinergi antara fasilitas pemerintah dan peningkatan kesejahteraan warga lokal.

Kepercayaan Merek Internasional terhadap Kualitas Produksi Tegal

Sepatu bermerek Joma yang dikirim ke Spanyol hanyalah salah satu dari sekian banyak produk yang lahir dari pabrik di Tegal ini. PT Teng Fei Glory Indonesia telah dipercaya oleh berbagai pemegang merek global untuk menjadi basis produksi mereka. Selain memproduksi sepatu bermerek Joma, PT Teng Fei Glory Indonesia juga memproduksi sejumlah alas kaki untuk sejumlah merek internasional lainnya, seperti Skechers, Diadora, dan Hi-Tec.

Kehadiran merek-merek ternama seperti Skechers dan Diadora di jalur produksi Tegal menunjukkan bahwa standar manufaktur Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, telah berada pada level dunia. Kemampuan untuk menjaga presisi, kualitas material, dan ketepatan waktu pengiriman menjadi kunci mengapa merek global beralih atau mempercayakan produksinya ke PT Teng Fei Glory Indonesia.

Komitmen Pemerintah Kota Tegal terhadap Iklim Investasi

Pencapaian ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah daerah setempat. Keberhasilan ekspor perdana tersebut diharapkan menjadi magnet bagi investor lain untuk melihat potensi Kota Tegal sebagai lokasi basis industri yang menjanjikan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memangkas birokrasi yang menghambat dan memfasilitasi setiap kebutuhan pelaku usaha agar dapat berkembang lebih pesat.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, yang turut hadir dalam kegiatan pelepasan ekspor perdana tersebut, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif dan ramah investasi. Ia melihat bahwa manufaktur alas kaki memiliki masa depan yang cerah di Tegal seiring dengan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai. Dengan nada optimis, dia mengimbau para pelaku usaha agar tidak ragu mengembangkan usahanya di Kota Tegal.

Prospek Industri Alas Kaki Nasional di Tahun 2026

Ekspor ke Spanyol ini diprediksi menjadi pembuka bagi rangkaian pengiriman-pengiriman berikutnya ke negara-negara lain. Di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026, Indonesia masih memiliki keunggulan kompetitif dalam sektor industri padat karya. Efisiensi yang didapatkan dari fasilitas Kawasan Berikat menjadikan produk Indonesia mampu bersaing dengan negara produsen alas kaki lainnya di Asia Tenggara maupun Asia Timur.

Dengan dukungan penuh dari Bea Cukai dan Pemerintah Kota, PT Teng Fei Glory Indonesia diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas produksinya seiring dengan permintaan pasar Eropa yang kembali menggeliat. Keberhasilan ini mengirimkan pesan kuat kepada pasar internasional bahwa produk buatan Indonesia, khususnya yang diproduksi di Kota Tegal, adalah jaminan kualitas dan integritas manufaktur modern.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index