JAKARTA - Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, kembali menunjukkan ambisinya dalam dunia perangkat pintar lewat peluncuran HyperOS 3, sistem operasi teranyar yang dikembangkan sebagai penerus generasi sebelumnya. Jika pada versi awal HyperOS lebih banyak dipandang sebagai sistem transisi, kali ini Xiaomi menjadikan HyperOS 3 sebagai bukti keseriusan mereka untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih cerdas, aman, dan fleksibel.
Berbeda dari rilis produk perangkat keras, kehadiran sistem operasi baru ini justru memberi sinyal bahwa Xiaomi tak hanya berfokus pada ponsel, melainkan pada pengalaman menyeluruh pengguna di seluruh lini produknya. HyperOS 3 resmi diumumkan sekaligus dibuka program beta di Tiongkok untuk sejumlah perangkat tertentu.
Peningkatan Performa Jadi Sorotan Utama
Salah satu hal yang langsung disorot publik adalah peningkatan performa signifikan yang ditawarkan HyperOS 3. Xiaomi mengklaim bahwa sistem terbaru ini mampu memberikan peningkatan performa gaming hingga 15%. Tak hanya lebih kencang, konsumsi daya juga lebih efisien dengan penurunan penggunaan GPU sekitar 10% dan daya keseluruhan 9%.
Tidak berhenti di situ, kecepatan aplikasi juga mendapat dorongan besar. Menurut klaim perusahaan, HyperOS 3 dapat menghadirkan performa aplikasi yang 21% lebih cepat dan responsif. Sementara itu, lebih dari 100 animasi baru dengan gerakan yang lebih halus membuat pengalaman menggunakan ponsel menjadi lebih menyenangkan.
Dengan kombinasi performa dan efisiensi energi tersebut, Xiaomi ingin meyakinkan pengguna bahwa HyperOS 3 mampu mendukung gaya hidup digital yang semakin intensif tanpa mengorbankan daya tahan perangkat.
Antarmuka Baru dengan Sentuhan AI
Beralih ke tampilan antarmuka, Xiaomi memperkenalkan sejumlah pembaruan yang memberi ruang kustomisasi lebih luas. Salah satu fitur baru adalah kemampuan mengatur lock screen berupa video singkat, bukan hanya sekadar gambar statis.
Selain itu, pengguna dapat mengubah foto menjadi wallpaper dinamis dengan bantuan AI. Jam di layar kunci kini hadir dengan opsi depth effect, sehingga elemen angka tidak menutupi visual utama dari wallpaper. Perubahan kecil ini justru menghadirkan nuansa premium sekaligus interaktif pada pengalaman pengguna sehari-hari.
Super Island: Jawaban Xiaomi untuk Multitasking
Tidak bisa dipungkiri, salah satu fitur paling banyak dibicarakan dari HyperOS 3 adalah Super Island. Terinspirasi dari konsep Dynamic Island milik iPhone, Xiaomi memberikan sentuhan berbeda.
Super Island memungkinkan hingga tiga “pulau” aplikasi tampil bersamaan di layar, yang mewakili task aktif. Pengguna bisa dengan mudah berpindah antar-aplikasi tanpa harus menutup yang lain. Bahkan, “island” tersebut dapat ditarik ke bawah untuk membuka aplikasi dalam mode floating window, sehingga multitasking terasa jauh lebih praktis.
Menariknya, Xiaomi mengklaim sudah ada lebih dari 70 aplikasi dan layanan yang kompatibel dengan fitur ini, menjadikannya langsung relevan dalam keseharian pengguna.
Konektivitas Lebih Dekat dengan Apple
Hal menarik lainnya dari HyperOS 3 adalah peningkatan interkonektivitas lintas perangkat, bahkan dengan produk di luar ekosistem Xiaomi. Kini, perangkat Xiaomi dapat terhubung lebih erat dengan iPhone, iPad, hingga Mac.
Pengguna bisa melakukan sinkronisasi pesan dua arah, membalas chat lewat mode mirror, hingga memanfaatkan fitur drag-and-drop file antar perangkat. Lebih jauh lagi, perangkat Apple seperti Touch ID dan Face ID juga dapat digunakan untuk membuka kunci ponsel Xiaomi.
Langkah ini menandakan strategi Xiaomi yang semakin terbuka, tidak hanya ingin mengikat pengguna di ekosistemnya sendiri, melainkan juga menjembatani mereka dengan ekosistem populer lain.
XiaoAI Makin Cerdas dengan Fitur Baru
Asisten digital bawaan Xiaomi, XiaoAI, mendapat peningkatan besar dalam update ini. Dengan kemampuan analisis konten di layar, XiaoAI kini bisa memberikan rekomendasi lebih kontekstual.
Fitur deep research memungkinkannya membantu dalam analisis data hingga menyusun laporan riset. Ada pula “Circle Screen” yang mirip dengan Circle to Search dari Google, serta “One-Step Direct Access” untuk menyelesaikan rutinitas pengguna secara otomatis menggunakan AI.
Dengan tambahan ini, Xiaomi berupaya menjadikan XiaoAI sebagai asisten digital yang benar-benar berguna, bukan sekadar fitur pelengkap.
Keamanan Jadi Fokus Utama
Seiring meningkatnya kesadaran pengguna terhadap privasi, Xiaomi membekali HyperOS 3 dengan sistem keamanan lebih matang. Sistem ini sudah mendukung algoritma post-quantum cryptographic yang diklaim mampu memberikan proteksi ekstra terhadap ancaman masa depan.
Selain itu, ada juga sistem pelacakan perangkat meski dalam kondisi offline atau mati, serta login dengan autentikasi dua faktor. Fitur keamanan ini jelas menjadi nilai tambah yang penting, terutama bagi pengguna bisnis dan profesional.
Daftar Perangkat yang Dapat Update Beta
Walau versi stabilnya belum diumumkan, Xiaomi sudah menyiapkan program beta yang digulirkan bertahap. Beberapa perangkat yang bisa menjajal lebih awal antara lain seri Xiaomi 15 Ultra, Redmi K80 Pro, hingga Xiaomi Mix Fold 4.
Program beta ini akan berjalan mulai akhir Agustus hingga September 2025, mencakup berbagai lini ponsel, tablet, hingga televisi Xiaomi. Hal ini menunjukkan bahwa HyperOS 3 bukan hanya ditujukan untuk smartphone, melainkan seluruh ekosistem produk Xiaomi.