JAKARTA - Nyeri lutut yang terus muncul dapat mengganggu aktivitas harian seperti berjalan, menaiki tangga, berolahraga, maupun berdiri dalam waktu lama.
Kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan sendi seperti osteoarthritis akibat penuaan, rheumatoid arthritis yang dipicu sistem kekebalan tubuh, atau cedera. Jika tidak ditangani dengan tepat, nyeri lutut dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
Keluhan nyeri yang berulang biasanya berkembang secara perlahan dan makin memburuk seiring waktu. Pasien dapat merasakan keterbatasan gerak yang membuat aktivitas sederhana terasa berat. Situasi ini menjadi tanda bahwa sendi lutut mengalami kerusakan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam kondisi tertentu, terapi konservatif tidak lagi memberikan hasil optimal. Saat rutinitas sehari-hari mulai terganggu, tindakan lanjutan perlu dipertimbangkan. Salah satu solusi yang tersedia adalah prosedur penggantian sendi lutut secara menyeluruh.
Peran Knee Arthroplasty sebagai Solusi
Knee Arthroplasty merupakan prosedur operasi penggantian sendi lutut yang rusak dengan sendi buatan berbahan plastik atau logam. Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan nyeri serta memulihkan fungsi lutut secara optimal. Prosedur ini umumnya direkomendasikan bagi pasien yang mengalami keterbatasan aktivitas akibat nyeri kronis.
Operasi ini dilakukan ketika sendi lutut sudah mengalami kerusakan berat. Dengan mengganti permukaan sendi yang aus, pergerakan lutut menjadi lebih stabil dan nyaman. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan mobilitas dan kualitas hidup pasien.
Knee Arthroplasty bukan sekadar tindakan mengurangi rasa sakit. Prosedur ini juga membantu pasien kembali menjalani aktivitas harian dengan lebih percaya diri. Oleh karena itu, pemilihan tindakan ini dilakukan melalui pertimbangan medis yang matang.
Tahapan Prosedur Operasi Lutut
Prosedur Knee Arthroplasty biasanya berlangsung selama satu hingga dua jam. Tahapan dimulai dari pembiusan, sterilisasi area kulit di sekitar sendi, hingga pembuatan sayatan pada lutut. Sendi yang rusak kemudian digantikan dengan sendi buatan dan ditutup kembali dengan jahitan yang rapi.
Tindakan ini dilakukan dengan pendekatan yang aman dan terkontrol. Setiap tahap dirancang untuk meminimalkan risiko serta mendukung proses pemulihan. Pasien akan dipantau secara ketat selama dan setelah operasi berlangsung.
Keberhasilan prosedur sangat bergantung pada kesiapan pasien dan ketepatan tindakan. Oleh sebab itu, pemeriksaan awal menjadi bagian penting sebelum operasi dilakukan. Seluruh proses dirancang agar pasien mendapatkan hasil yang optimal.
Persiapan Sebelum dan Sesudah Tindakan
Sebelum menjalani operasi, pasien diwajibkan berpuasa selama delapan jam. Pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium dan pemeriksaan jantung dengan EKG juga perlu dilakukan. Pasien harus menyampaikan riwayat kesehatan, termasuk penggunaan obat dan suplemen yang dikonsumsi.
Jika diperlukan, pasien diminta menghentikan konsumsi obat tertentu yang berisiko meningkatkan perdarahan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keamanan selama tindakan berlangsung. Kesiapan fisik dan medis menjadi faktor penting dalam kelancaran prosedur.
Setelah operasi, pasien akan diberikan obat pereda nyeri dan pengencer darah sesuai anjuran dokter. Penggunaan alat bantu jalan sementara dapat membantu mobilitas awal. Pasien juga dianjurkan menghindari aktivitas berat selama masa pemulihan.
Pemulihan dan Dukungan Layanan Kesehatan
Proses pemulihan pascaoperasi memerlukan latihan lutut secara bertahap. Penggunaan kompres atau stoking elastis pada tungkai bawah membantu melancarkan aliran darah. Pendekatan ini mendukung penyembuhan dan mencegah komplikasi.
Pasien disarankan menjalani rehabilitasi sesuai arahan tenaga medis. Pemantauan kondisi lutut dilakukan secara berkala untuk memastikan hasil operasi berjalan baik. Dengan kepatuhan terhadap anjuran, pemulihan dapat berlangsung lebih optimal.
Bagi pasien yang mengalami nyeri lutut berkepanjangan, konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi menjadi langkah penting. Layanan ortopedi menyediakan penanganan menyeluruh mulai dari deteksi dini hingga tindakan operatif. Pendekatan komprehensif membantu pasien kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.