Resep Kue Engkak Ketan

Resep Kue Engkak Ketan Palembang Autentik, Warisan Legit Menggugah Selera

Resep Kue Engkak Ketan Palembang Autentik, Warisan Legit Menggugah Selera
Resep Kue Engkak Ketan Palembang Autentik, Warisan Legit Menggugah Selera

JAKARTA - Di tengah maraknya kue modern dengan tampilan kekinian, kue-kue tradisional Nusantara tetap memiliki tempat istimewa di hati pencinta kuliner. 

Salah satunya adalah kue engkak ketan khas Palembang, sajian klasik yang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang budaya, kesabaran, dan ketelitian dalam proses pembuatannya. Kue ini kerap hadir di momen-momen penting, menjadi simbol kehangatan sekaligus kemewahan dalam tradisi masyarakat Sumatera Selatan.

Kue engkak ketan dikenal sebagai warisan kuliner yang proses pembuatannya tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Teknik pemanggangan berlapis yang digunakan menuntut ketelatenan tinggi, mirip dengan pembuatan kue lapis legit. 

Setiap lapisan harus dipanggang sempurna sebelum adonan berikutnya dituang. Dari proses inilah tercipta tekstur khas yang padat namun lembut, dengan rasa manis gurih yang seimbang dan aroma santan yang menggoda.

Ciri utama resep kue engkak ketan khas Palembang terletak pada penggunaan tepung ketan sebagai bahan dasar. Tepung ini memberikan sensasi kenyal yang unik, berbeda dengan lapis legit yang menggunakan tepung terigu. Perpaduan telur, santan kental, dan gula menghasilkan adonan kaya rasa yang lembap dan tahan lama. Tak heran, kue ini sering disebut sebagai salah satu kue tradisional yang “semakin nikmat setelah didiamkan”.

Berikut ini telah Liputan6 rangkum secara lengkap resep kue engkak ketan khas Palembang beserta tips dan trik pembuatannya, Jumat (9/1). Mulai dari bahan-bahan, langkah memasak, hingga latar sejarahnya disajikan agar Anda dapat menghadirkan cita rasa autentik di rumah.

Resep Kue Engkak Ketan Khas Palembang Autentik

Bahan-Bahan Esensial

500 gram tepung ketan putih berkualitas tinggi

15 butir telur ayam ukuran sedang

450 gram gula pasir halus

1 liter santan kental segar

100 gram margarin, cairkan

1/2 sendok teh garam halus

1/2 sendok teh vanili bubuk

Pewarna makanan (opsional)

Panduan Langkah Demi Langkah

Persiapan Adonan
Telur dan gula dikocok dalam mangkuk besar menggunakan whisk hingga gula larut sempurna dan adonan sedikit berbusa. Proses ini tidak memerlukan pengocokan hingga mengembang, cukup sampai tercampur rata. Santan kental dan garam kemudian dituang perlahan sambil terus diaduk agar adonan tetap halus.

Tepung ketan dimasukkan secara bertahap menggunakan spatula untuk mencegah gumpalan. Setelah itu, vanili bubuk dan pewarna makanan (jika digunakan) ditambahkan. Agar teksturnya benar-benar lembut, adonan disaring sebelum margarin cair dimasukkan dan diaduk hingga menyatu sempurna.

Teknik Pemanggangan Berlapis
Oven dipanaskan terlebih dahulu pada suhu 170°C. Loyang berukuran 20x20 cm diolesi margarin dan dialasi kertas roti. Lapisan pertama adonan setebal 1–1,5 cm dipanggang menggunakan elemen pemanas bawah atau api atas bawah selama 10–20 menit hingga mengeras.

Lapisan berikutnya dipanggang menggunakan elemen atas (grill) hingga permukaan kecokelatan. Setiap lapisan ditekan perlahan agar padat dan rata. Proses ini diulang hingga adonan habis. Setelah lapisan terakhir, kue dipanggang kembali dengan api atas dan bawah pada suhu 150°C selama 15–20 menit. Kue harus didinginkan sepenuhnya sebelum dipotong agar lapisannya rapi.

Sejarah Engkak Ketan: Warisan Kuliner Palembang

Engkak ketan merupakan salah satu kue tradisional tertua dari Palembang yang telah lama menjadi bagian penting dalam upacara adat, perayaan hari besar, dan pesta pernikahan. Pada masa lalu, kue ini tergolong sajian istimewa yang hanya dihidangkan pada acara tertentu karena bahan dan proses pembuatannya yang tidak sederhana.

Istilah “engkak” dalam bahasa Palembang merujuk pada teknik memasak berlapis-lapis. Teknik ini mencerminkan nilai kesabaran dan ketelitian yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Meski sering disamakan dengan lapis legit, engkak ketan memiliki identitas sendiri berkat penggunaan tepung ketan yang menghasilkan tekstur kenyal lembut. Selain Palembang, kue ini juga dikenal luas di Lampung.

Karakteristik Unik Kue Engkak Ketan

Tekstur lembut dan kenyal menjadi ciri utama engkak ketan. Santan kental dan telur berperan menjaga kelembapan kue, sementara proses pemanggangan berlapis menciptakan aroma karamelisasi yang khas. Secara visual, lapisan-lapisan kue membentuk gradasi warna kuning kecokelatan yang menggoda, menandakan kematangan yang merata.

Tips dan Trik Agar Hasil Sempurna

Kualitas bahan sangat menentukan hasil akhir. Tepung ketan berkualitas, santan segar, dan telur segar akan menghasilkan tekstur terbaik. Kesabaran saat memanggang juga menjadi kunci utama—setiap lapisan harus matang sempurna sebelum menambahkan lapisan berikutnya.

Untuk penyimpanan, engkak ketan dapat bertahan 3–4 hari pada suhu ruang dalam wadah kedap udara. Jika disimpan di kulkas, kue bisa dihangatkan kembali sebelum disajikan tanpa mengurangi cita rasanya.

Dengan mengikuti resep dan teknik yang tepat, kue engkak ketan khas Palembang bisa menjadi sajian istimewa di rumah, sekaligus cara melestarikan warisan kuliner Nusantara yang kaya rasa dan makna.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index