Breakout Pada Kulit

Ternyata Ini 15 Penyebab Breakout Pada Kulit yang Sering Luput Disadari

Ternyata Ini 15 Penyebab Breakout Pada Kulit yang Sering Luput Disadari
Ternyata Ini 15 Penyebab Breakout Pada Kulit yang Sering Luput Disadari

JAKARTA - Jerawat yang muncul berulang kali sering kali menimbulkan rasa frustrasi, terutama ketika perawatan kulit sudah dilakukan secara rutin. 

Banyak orang mengira breakout hanya disebabkan oleh kulit berminyak atau kebiasaan jarang membersihkan wajah. Padahal, kenyataannya penyebab breakout jauh lebih kompleks dan sering kali tidak disadari.

Tanpa Anda sadari, rutinitas harian, pilihan gaya hidup, hingga faktor internal tubuh dapat memicu munculnya jerawat yang sulit dikendalikan. Hal inilah yang membuat breakout tetap muncul meski skincare sudah digunakan secara konsisten. Agar masalah kulit bisa ditangani dengan tepat, penting untuk mengenali berbagai penyebab breakout yang sering terabaikan.

Melansir dari laman Verywell Health, berikut ini sejumlah penyebab breakout pada kulit yang perlu Anda waspadai.

Beragam Penyebab Breakout Kulit yang Sering Terabaikan

1. Produk Kulit dan Rambut

Beberapa produk kosmetik, skincare, dan penataan rambut dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Kondisi ini dikenal sebagai jerawat kosmetik. Biasanya jerawat muncul berupa benjolan kecil di pipi, dagu, atau dahi, sering disertai komedo putih.

Jerawat tetap bisa muncul meskipun Anda sudah memakai produk yang sama selama berbulan-bulan, sehingga sulit mengenali penyebab pastinya. Penggunaan makeup untuk menutupi jerawat justru dapat memperparah kondisi kulit, terutama jika produknya berminyak atau berlilin, termasuk produk rambut yang sering memicu jerawat pomade.

2. Tabir Surya

Tabir surya sangat penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, beberapa jenis sunscreen dapat memicu jerawat, terutama yang bertekstur berat dan berminyak.

Meski begitu, tersedia pula tabir surya yang aman untuk kulit berjerawat. Pilih produk yang ringan, tidak berminyak, bebas pewangi, serta mengandung bahan seperti zinc atau teh putih agar tetap nyaman digunakan setiap hari.

3. Pertumbuhan dan Penghilangan Bulu Wajah

Rambut wajah dapat menjebak minyak, sel kulit mati, dan bakteri, sehingga memicu jerawat di area tertentu. Selain itu, proses menghilangkan bulu wajah seperti mencukur atau penggunaan krim penghilang rambut juga dapat menyebabkan iritasi folikel rambut.

Kondisi ini bisa memicu jerawat atau folikulitis, bahkan benjolan akibat rambut yang tumbuh ke dalam.

4. Kebiasaan Memencet dan Menggaruk Kulit

Memencet atau menggaruk jerawat sering dilakukan tanpa sadar. Padahal, kebiasaan ini justru memperparah peradangan dan memperlambat proses penyembuhan.

Jerawat akibat kebiasaan ini dapat berubah menjadi luka terbuka, kemerahan, keropeng, hingga meninggalkan bekas permanen. Jika sulit dihentikan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan karena dapat berkaitan dengan kondisi psikologis tertentu.

5. Kontak dan Gesekan Berkepanjangan

Kontak kulit dengan tangan, ponsel, atau benda lain dalam waktu lama dapat memicu jerawat. Selain itu, gesekan yang disertai panas dan keringat juga sering menjadi penyebab.

Penggunaan helm, topi, ikat kepala, pakaian ketat, atau masker wajah dalam waktu lama dapat memicu jerawat yang dikenal dengan istilah maskne. Benjolan di belakang leher juga dapat muncul akibat kebiasaan mencukur atau penggunaan penutup kepala tertentu.

6. Perubahan Hormon

Perubahan hormon sangat berpengaruh terhadap kondisi kulit. Peningkatan hormon tertentu dapat meningkatkan produksi minyak, membuat minyak lebih kental, dan menyumbat pori-pori.

Kondisi ini sering memicu jerawat di area rahang dan umum terjadi menjelang menstruasi, pada awal kehamilan, atau setelah menopause.

7. Stres

Stres meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat melemahkan daya tahan tubuh dan memicu peradangan, termasuk pada kulit.

Akibatnya, jerawat menjadi lebih mudah muncul atau kondisinya semakin parah ketika stres tidak terkelola dengan baik.

8. Faktor Genetik

Jerawat dapat diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua memiliki riwayat jerawat, risiko mengalami jerawat sejak usia muda dengan tingkat keparahan lebih tinggi menjadi lebih besar.

Faktor gen tertentu memengaruhi tingkat peradangan serta produksi minyak pada kulit.

9. Penggunaan Obat-obatan

Beberapa jenis obat, terutama yang mengandung hormon, dapat memicu atau memperparah jerawat.

Jika jerawat muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

10. Penyakit yang Mendasari

Dalam beberapa kasus, jerawat bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu, seperti gangguan hormon atau masalah metabolik.

Jika jerawat disertai gejala lain seperti siklus haid tidak teratur, perubahan berat badan drastis, atau rambut rontok, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

11. Kebiasaan Merokok

Merokok dapat mengganggu keseimbangan minyak alami kulit dan dikaitkan dengan jerawat dewasa, terutama pada wanita.

Jenis jerawat ini sering muncul dalam bentuk kista besar dan terasa nyeri di wajah.

12. Pola Makan

Makanan tertentu seperti produk susu, makanan tinggi gula, alkohol, dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko jerawat.

Jenis makanan ini dapat memicu peradangan dan produksi minyak berlebih. Kurang minum air juga membuat kulit dehidrasi dan memicu produksi minyak berlebihan.

13. Kebiasaan Tidur yang Buruk

Kurang tidur berkaitan dengan peningkatan peradangan pada kulit.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara kualitas tidur yang buruk dan munculnya jerawat.

14. Aktivitas yang Menyebabkan Banyak Keringat

Olahraga, cuaca panas, atau lingkungan kerja yang panas dapat memicu keringat berlebih.

Keringat dapat menjebak kotoran dan bakteri di kulit, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.

15. Bepergian

Perjalanan jauh dapat memicu jerawat akibat udara kering di pesawat, perubahan kelembapan, jet lag, kurang tidur, perubahan pola makan, serta stres.

Paparan polusi udara jangka pendek selama perjalanan juga dapat memperburuk kondisi kulit.

Itulah 15 penyebab breakout pada kulit yang sering terabaikan. Dengan memahami berbagai faktor ini, Anda dapat lebih waspada terhadap pemicu jerawat serta menyesuaikan perawatan kulit dan gaya hidup agar kondisi kulit tetap sehat dan breakout lebih mudah dikendalikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index