Bulog

Bulog Siapkan Stok Beras Strategis untuk Respons Cepat Bencana Sumatera

Bulog Siapkan Stok Beras Strategis untuk Respons Cepat Bencana Sumatera
Bulog Siapkan Stok Beras Strategis untuk Respons Cepat Bencana Sumatera

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kualitas stok beras di bandara dan pelabuhan tetap terjaga. Hal ini menjadi langkah antisipasi untuk memastikan distribusi cepat ke wilayah terisolir pascabencana di Sumatera.

"Tidak ada kekhawatiran beras yang distok di bandara dan pelabuhan itu akan rusak, itu tidak ada masalah," kata Rizal di Jakarta, Minggu 12 Januari 2026. Pernyataan ini menegaskan kesiapan Bulog menghadapi bencana alam ekstrem di berbagai wilayah Sumatera.

Penguatan Stok hingga Tiga Kali Lipat

Bulog telah melakukan penguatan stok hingga tiga kali lipat dari kebutuhan masyarakat di setiap gudang wilayah terdampak bencana. Langkah ini dilakukan di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rizal menjelaskan, kebijakan ini memastikan masyarakat tetap tenang karena pasokan beras selalu tersedia. Dengan stok yang melimpah, respon cepat dapat dilakukan ketika terjadi bencana seperti banjir atau tanah longsor.

Stok Siaga di Bandara Strategis

Bulog menyiapkan stok siaga 20-50 ton beras di bandara strategis wilayah terdampak. Hal ini memungkinkan bantuan pangan segera diangkut melalui udara jika akses darat terputus akibat bencana alam ekstrem.

Fokus utama berada pada bandara di daerah rawan bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Padang. Dengan demikian, logistik pangan tetap tersedia meskipun jembatan dan jalan terputus akibat cuaca ekstrem.

Stok Siaga di Pelabuhan untuk Pengiriman Cepat

Selain bandara, Bulog menempatkan stok beras 20-50 ton di pelabuhan strategis. Pengiriman melalui laut bisa dilakukan cepat ke daerah terisolir yang membutuhkan bantuan sesegera mungkin.

Stok siaga ini menjamin respons cepat ketika terjadi kontingensi bencana. Baik pesawat maupun kapal dapat segera mengangkut beras menuju lokasi terdampak, memastikan bantuan tidak tertunda.

Contoh Penyaluran dan Cadangan Strategis

Bulog melipatgandakan kebutuhan beras hingga tiga kali dari permintaan awal pemerintah daerah setempat. Misalnya, ketika Aceh meminta 10 ribu ton beras untuk bantuan bencana, Bulog menyiapkan hingga 30 ribu ton sebagai cadangan tambahan.

"Kemari Provinsi Aceh minta 10 ribu ton stok berasnya untuk bantuan bencana, kita lipat gandakan, tambah menjadi 30 ribu ton supaya tidak ada keraguan sama masyarakatnya, seperti itu contohnya," ungkap Rizal. Kebijakan ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menyiapkan cadangan logistik yang kuat dan aman.

Komitmen Bulog dalam Ketahanan Pangan

Kebijakan penyiapan stok beras darurat menunjukkan komitmen Bulog menjaga ketahanan pangan saat krisis. Masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh bantuan beras tepat waktu dan cukup, tanpa mengurangi kualitas.

Direktur Utama Bulog menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi 2026 untuk antisipasi kebutuhan mendadak pengiriman bantuan pangan. Hal ini menjadi bagian dari upaya respons cepat terhadap banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya di wilayah Sumatera.

Langkah Strategis 2026 dan Respons Cepat

Sebelumnya, Rizal memerintahkan pimpinan wilayah dan cabang menyiapkan stok beras darurat hingga 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan titik bencana. Kebijakan ini diterapkan di wilayah Sumatera sebagai bagian dari respons cepat terhadap kebutuhan pangan.

Dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat 2 Januari 2026, Rizal menegaskan pentingnya kesiapsiagaan ini. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat menekan dampak bencana terhadap masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan pangan.

Keamanan Pasokan Pangan Tetap Terjaga

Dengan persiapan stok beras di bandara dan pelabuhan, Bulog memastikan distribusi pangan tidak terganggu saat bencana terjadi. Masyarakat di daerah terdampak tetap bisa memperoleh bantuan secara cepat dan aman.

Kebijakan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan logistik pangan nasional telah dilakukan secara cermat. Baik melalui udara maupun laut, pasokan beras strategis siap direspons kapan saja untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index